Festival Kawagoe: Salah Satu Kemeriahan di Wilayah Kanto

Okaeri minna!! Artikel Okaeriworld kali ini akan membahas salah satu festival yang sering diadakan di Jepang. Festival yang dibahas menjadi salah satu bagian cerita dari anime musim semi ini, yaitu Tsuki ga Kirei. Anime ini bercerita tentang dua orang siswa dan siswi SMP kelas 9 yang sedang merasakan kisah cinta pertama mereka. Anime yang banyak membuat para penontonnya senyum-senyum sendiri melihat tingkah polos Mizuno Akane dan Azumi Koutaro dalam menjalani kisah romansa mereka. Mulai dari mereka yang malu-malu ketika berbicara satu sama lain, ekspresi kedua Main Character (MC) ketika mendapat SMS, sampai kecemburuan mereka yang terlihat imut.

Dari awal 3 episode pertama, kita melihat Azumi Koutaro sedang berlatih untuk tampil di salah satu festival di kota tempat dia tinggal. Mulai dari latihan bermain alat musik hingga menari. Pada episode 10 dari anime ini, kita melihat Koutaro yang sedang menari di atas salah satu arak-arakan (dashi) di festival tersebut dengan memakai topeng kitsune. Nah, festival yang menjadi salah satu poin cerita di anime ini bernama Kawagoe Matsuri atau Festival Kawagoe.

Dinamakan Festival Kawagoe karena festival tersebut diadakan di kota bernama Kawagoe, salah satu kota di wilayah Kanto. Festival yang dikenal juga sebagai Kawagoe Hikawa Festival ini adalah salah satu dari tiga festival besar yang ada di wilayah Kanto dan menjaga sejarah dari kota tersebut selama lebih dari 360 tahun. Festival ini diadakan setiap akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu) di minggu ketiga di bulan Oktober setiap tahunnya.

Awal diadakannya festival ini sejak tahun 1648 ketika Lord Matsudaira Nobutsuna mendonasikan kuil portable (Mikoshi) kepada kuil Hikawa, salah satu kuil utama di Kawagoe. Beberapa tahun selanjutnya, banyak dashi dan mikoshi yang dibuat oleh kota tetangga untuk ikut serta dalam festival ini. Hingga saat ini fesival tersebut menjadi acara yang besar dan sangat terkenal. Tentu saja yang menjadi daya tarik dari Festival Kawagoe adalah parade dashi diiringi dengan musik tradisional Jepang yang ditarik hingga ke pusat kota kuno yang dikenal dengan “Little Edo” yang masih menjaga suasana tradisionalnya. Kalian akan terkagum-kagum melihat banyaknya parade dashi yang berlangsung hingga malam hari. Akan tetapi, kalian harus tahu bahwa saat parade tersebut festival akan menjadi sangat ramai.

Puncak dari festival ini berlangsung saat matahari terbenam dimana lentera-lentera dashi dinyalakan. Dashi ditarik kembali di sepanjang jalan diiringi musik dan tarian para penari di atas dashi. Ketika satu dashi dengan dashi yang lainnya bertemu, mereka saling berhadapan dan musik dimainkan semakin keras layaknya mereka sedang berkompetisi. Momen yang terlihat seperti pertarungan musik ini disebut “Hikkawase”. Tidak berbeda dengan festival-festival lainnya di Jepang, pada Kawagoe Matsuri juga ada banyak stand makanan, minuman, dan permainan yang berjajar disepanjang jalan ikut menemani festival tersebut. Mulai dari lezatnya takoyaki, dinginnya Kakigori, hingga stand menjaring ikan koi dan rumah hantu Jepang ada di sana. Berikut adalah video kemeriahan Festival Kawagoe. Gimana? Tertarik untuk mengunjungi Festifal ini? Kalau mimin sih tertarik banget!!

 

Kembali ke anime Tsuki ga Kirei mereka telah memperlihatkan suatu budaya yang mungkin orang jepang sendiri tidak mengetahui Matsuri tersebut, selain kita bisa terbawa suasana dari cerita romansa tersebut. Mata kitapun dimanjakan oleh salah satu budaya lokal. Jadi selain dari tujuan kisah utama dari cerita anime, kita juga telah diperkenalkan oleh budaya lokal setempat.

 

Sumber:japantraveltokyobling

 

Facebook Comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.