Moral Tragis dari Gundam: Iron-Blooded Orphans

Waralaba Gundam selalu menjadi paradoks. Di satu sisi, itu penuh dengan aksi pertempuran robot raksasa yang membuat perang nampak mengagumkan. Di sisi lain, ini adalah waralaba dengan pesan mendasar tentang kesia-siaan dan horor dari sebuah perang.

Selain itu, Gundam menunjukkan bahwa perang bukanlah masalah sederhana hanya “baik” dan “jahat”.  Orang-orang baik dapat ditemukan di kedua sisi setiap konflik. Ada juga orang jahat dan kejam di setiap sisinya. Tapi, betapapun baik atau jahatnya yang mereka perlihatkan kepada kita, setiap karakter apa pun yang merasakan apa yang mereka lakukan itu benar – atau tidak benar, setidaknya dibenarkan.

[Catatan: Artikel ini berisi spoiler utama untuk akhir  Mobile Suit Gundam Iron-Blooded Orphans. ]

Ada yang berkata, setidaknya (dalam cerita) ada disatu sisi yang jelas dimana pahlawan muncul pada akhirnya-bahkan jika para pahlawan dengan motivasi paling murni dari kedua belah pihak, harus berkumpul untuk mengakhirinya.

di Iron-Blooded Orphans, Tidak ada sisi baik dalam perang—Bahkan disisi pahlawan kita pun tidak menjadi bagiannya. Tidak ada yang membuat ini lebih jelas daripada melihat pemimpin masing-masing pihak.

http://gundam.wikia.com/wiki/File:Rustal_Elion.jpg
http://gundam.wikia.com/wiki/File:Rustal_Elion.jpg

Pemimpin loyalis Gjallarhorn, Rustall Elion, adalah orang yang mengerikan. Dia memulai perang yang mahal, berdarah, dan tidak berarti tanpa alasan lain, selain mendiskreditkan pesaingnya. Dia membunuh orang-orangnya sendiri untuk menyamarkan “hanya karena” untuk menggunakan senjata pemusnah massal yang terlarang, pada musuh-musuhnya. Dia bahkan menolak musuh yang menyerah kalah begitu saja sehingga mayat mereka bisa menjadi simbol kekuatannya. Dia bersedia melakukan apapun untuk melihat tujuannya membuahkan hasil.

Tentu saja, McGillis, pemimpin pemberontak, sama mengerikannya. Dia adalah seorang pria yang fanatik percaya pada gagasan bahwa yang kuat bertahan hidup. Dengan demikian, dia merencanakan jalan hidupnya sehingga dia akan menjadi orang yang paling berkuasa – yang tidak diragukan lagi menjadi pemimpin Gjallarhorn. Dia lebih dari bersedia untuk membunuh teman-temannya, keluarga, dan orang-orang yang setia kepadanya untuk mendekatkan dia ke tujuannya – dan dia melakukannya. Intinya, dia cukup egois untuk percaya bahwa tujuannya lebih penting daripada kehidupan orang lain.

Akihiro Altland-Biscuit Griffon-Mikazuki Augus-Orga Itsuka-Eugene Sevenstark-Norba Shino

Bahkan pahlawan kita pun tidak “baik” dalam pengertian tradisional. Mereka lebih naif dari karakter lainnya dan masuk masuk akal, karena mereka adalah tentara anak-anak tanpa orang dewasa yang memimpin mereka.

Mereka tidak berjuang untuk tujuan mulia seperti perdamaian atau keadilan, tapi lebih mementingkan diri sendiri: untuk membuat tempat di mana mereka bisa berada. Namun, tujuan ini sangat ambigu sehingga bisa menjadi alasan untuk apa saja dan setiap tindakan yang dipelintir dengan berbagai cara. Dan, tentu saja, jalan menuju mimpi ini dilapisi dengan mayat anak-anak yang seharusnya mendapat manfaat dari tujuan akhir tersebut.

Orga adalah pria di puncak yang telah menetapkan “keluarga” nya di jalan ini. Dan dalam tindakan terakhir, dia memutuskan untuk menemukan tempat tinggal ini dengan menjadi “raja Mars.” Ini adalah tujuan yang sangat abstrak untuk dapat ditertawakan.

Tentu saja, Orga tidak tahu apa arti sebenarnya raja – bagaimanapun juga dia tidak berpendidikan dan orang yang blak-blakan. Dia tidak bisa eksis di lingkungan politik. Situasi Tewaz dan masalah Cabang Bumi menunjukkan hal ini.

Meskipun mereka mungkin begitu naif, Tekkadan adalah pahlawan dari kisah tersebut dan mereka yang paling banyak membuat kita empati. Ketika mereka bergabung dengan pemberontak McGillis, meski tahu betapa mengerikannya dia, kita tetap mendukung mereka.

Ini hanya membuatnya lebih menyakitkan karena Rustall dan McGillis memperjuangkan gelar penguasa terbesar di alam semesta – dengan Tekkadan membayar harga dengan darah atas kekalahan McGillis. Tekkadan terus berjuang sampai sebagian besar pemeran utama tewas.

Semua yang mereka alami – semua yang mereka derita, semua kompromi, semua mayat anak-anak yang meninggal di kaki mereka – tidak ada gunanya apa-apa. Bagaimanapun, Tekkadan sendiri adalah tempat mereka berada-meski Orga dan Mikazuki menyadari ini hanya sebelum kematian mereka masing-masing.

Tentu saja, sentuhan akhir pelintiran pisau tak berarti adalah bahwa, pada akhirnya, perang itu sendiri tidak ada artinya. Penyebab McGillis dan Tekkadan seolah-olah berjuang untuk reformasi di Gjallarhorn.

Mars menjadi sedikit independen. Rustal menjaga kekuatan, meski dalam bentuk baru. Orang-orang yang mengerikan dikreditkan sebagai pahlawan, kebanyakan (kisah gundam) tidak pernah ada yang mendapatkannya, dan semua orang baik yang meninggal bahkan tidak diingat kecuali di dalam pikiran rekan-rekan yang selamat.

 

 

Ini membuat kita, para penonton berakhir di tempat yang gelap, tapi memang itu intinya. Untuk semua tindakan intens, pesan Iron-Blooded Orphans adalah sama seperti Gundam sebelumnya: Perang selalu merupakan tragedi. Tetapi beberapa seri Gundam sebelumnya belum ada yang membuat hal ini terasa sangat kuat seperti Iron-Blooded Orphans.

Musim kedua Mobile Suit Gundam Iron-Blooded Orphans bisa streaming dengan teks bahasa Inggris/Indonesia di saluran Daisuki, Crunchyroll, dan GUNDAM.INFO’s official YouTube channel.

Penulis asli: Richard Eisenbeis (dengan sedikit perubahan)

Sumber: www.anime-now.com

Facebook Comments

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *